Kata-kata hanyalah produk pikiran, tidak peduli ia diucapkan atau tetap tinggal dalam pikiran. Kebanyakan dari kita dengan mudah menikmatinya, mempercayainya bila kata tersebut dilekatkan dengan sesuatu, seperti ungkapan “seperti yang pernah saya baca” atau “sesuaiĀ dengan pendapat si ….”.

faktanya banyak dari kita yang tidak memahami misteri yang sesungguhnya dari sesuatu tersebut. Kita hanya menutupi misteri yang ada dengan sebuah label. Semua yang kita lihat, pikiran hanyalah lapisan terluar dari realita, tidak lebih dari ujung gunung es.

Dibawah hal-hal yang tampak, segala sesuatu tidak hanya terhubung dengan segala hal, tapi juga dengan semua sumber hidup kita dimana hal itu bermula.

Saat kita tidak menutupi seluruh dunia dengan kata-kata, itu artinya kita melihat segala sesuatu seperti apa adanya, kita melihatnya dengan mata bukan dengan pikiran kita, rasa keajaiban kembali ke hidup kita yang telah lama hilang saat kita menggunakan pikiran dan mulai dikuasainya.

Semkn cepat kita menempelkan label secara verbal ataupun mental ke sesuatu, orang-orang atau situasi, maka akan semakin dangkal atau semakin tidak hidup realita kita. Kepintaran mungkin bisa diperoleh tapi kebijaksanaan hilang, begitu pula kedamaian, cinta dan kreativitas, tentu saja kata-kata dan pemikiran masih diperlukan, tapi kebanyakan dari kita telah terbelenggu olehnya. Kata-kata menjadikan realita menjadi sesuatu yang bisa dipegang pikiran.

Related Posts

Rahasia sukses terkecil

Pembelajaran

Reaksi

Jika anak kecil meditasi

Menunggu nanti adalah bentuk ketidaksadaran

Meditation is nothing

Comments

Reply comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *