Kapan saja, dimana saja ada keindahan, kedamaian, kebersyukuran, pengakuan akan kebaikan hal-hal kecil dalam hidup kita, cobalah untuk mencari latar belakang dari pengalaman itu dalam diri kita sendiri. Namun jangan mencarinya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami atau mencoba hendak menggenggamnya secara mental dan mendefinisikannya.

Rasakan saja, dan kita akan sadar bahwa perhatian kita tdk terserap pikiran pd saat itu, perhatian kita tertuju pd hal2 yg indah, damai, syukur tsb. Itu artinya kita terbebas dari cengkeraman pikiran dan pikiran sama sekali tidak bekerja, kita merasakan kesadaran itu sendiri. Namun saat ide ttg ‘aku’ atau ‘milikku’, damai ini milikku, indah itu milikku hadir, kesadaran itu akan hilang dan kita kembali pd konflik, krn pikiran kembali mendominasi.¬†

Kesadaran bagaikan langit tak berawan, Ia tidak mempunyai bentuk, Ia adalah ruang, kehampaan, keheningan yang tak terhingga melebihi kata-kata, melebihi persepsi apapun tentangnya. Ketika kita mampu merasakannya secara langsung dalam diri kita, Ia akan menjadi semakin dalam, mjd semakin bening, damai. Hadirlah, rasakan dan heninglah.

Related Posts

Pembelajaran

Reaksi

Apakah kamu mudah marah?

Jika anak kecil meditasi

Meditation is nothing

Kata sebagai produk pikiran

Comments

Reply comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *