silence soul

Terkadang atau bahkan sering kali, yang membuat hidup kita penuh tekanan, stress, merasa nasib kurang baik, bukan datang dari sekitar atau dari situasi di luar. Melainkan pikiran kita sendiri, terutama soal takut dan khawatir. Dan sepertinya semakin menjadi-jadi kalau terbawa pikiran-pikiran itu

Semakin kita sering “melatih” pikiran-pikiran ke arah takut, khawatir, atau kalau anak jalan sekarang bilang galau, lama-kelamaan semakin mudah stress nya. Karena ya sudah terlatih. Mikir jelek sedikit, langsung lari kemana-mana pikirannya.

Hidup bisa terasa berat ketika kita selalu mengejar kesempurnaan. Banyak maunya, dan maunya sekarang juga alias instant. Ini yang bikin susah bersyukur, yang membuat kita tidak bisa melihat, sudah sejauh mana kita melangkah dari kemarin.

Kita bikin hidup susah ketika berpikir selalu mencari pengakuan dari orang lain

Kita bikin hidup susah ketika berpikir yang tidak-tidak atas kebaikan orang lain

Kita bikin hidup susah ketika berpikir ga ada yang spesial dalam diri kita, hidup kita

Kita bikin hidup susah ketika selalu mengijinkan pikiran-pikiran negatif berkembang, bahkan seringkali membantah sendiri ide-ide bagus kita. Ah, paling nanti begini, ah paling nanti begitu

Kita bikin hidup susah karena selalu berusaha mengontrol keadaan dan orang lain. Terutama yang posesif nih

Pikiran-pikiran seperti itu sangat menguras energi. Menghabiskan waktu, tidak produktif, dan apa pernah ada hasilnya?

Pernah dengar orang bilang, kalau lagi ada masalah, banyak pikiran… tenang dulu..

Ya itu benar, mungkin kita jarang diam, dalam arti mendiamkan pikiran.

Kita baru bisa bersyukur. Ketika kita sadar tentang saat ini, hari ini, detik ini

Pernah nonton kungfu panda? Iya, today is a present, hadiah, berkah.

Ada juga orang yang bilang, kalau kita pernah mengalami Near Death Experience, atau pengalaman hampir menghadapi kematian, baru kita bisa memulai hidup, menghargai hidup.

Bayangkan ketika divonis dokter, hidup tidak lama lagi. Mungkin kita baru tersadar untuk lebih menghargai hidup, menghargai kesehatan, mulai lebih menyayangi orang-orang di sekitar kita. Lebih mencoba melakukan yang terbaik yang kita bisa, tanpa berharap hasil.

”If you want to escape from your cage, you must die while you are alive.”

Mari kita belajar berdamai dengan diri kita, berdamai dengan pikiran, belajar untuk menenangkan pikiran. Simple tapi susah, setidaknya kita berusaha

Nanti kita bahas lebih lanjut mengenai “Jeda”, mendiamkan pikiran di tulisan yang lain. Kira-kira tulisan ini menyenangkan dibaca kalau tidak ada spasi atau jeda nya? Apabenarmenyenangkanuntukdibacakalautulisannyanyambungterus?

Begitupun dengan pikiran dan kehidupan

”It is out of the silence, or “the gap,” or that space between our thoughts, that everything is created-including our own bliss.” ~ Dr. Wayne W. Dyer

One step at a time, one day at a time.

Tarik nafas…. keep smile…

Incoming search terms:

  • mengelola pikiran (1)
  • sedikit mikir banyak mencoba (1)

Related Posts

Pembelajaran

Reaksi

Jika anak kecil meditasi

Meditation is nothing

Kata sebagai produk pikiran

Keindahan akan kesadaran

Comments

Reply comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *